Para astronom telah menemukan atmosfer di sekitar planet lava, sebuah temuan mengejutkan yang menantang pemahaman saat ini tentang perilaku dunia ultra panas ini. Tidak seperti kebanyakan planet ekstrasurya berbatu yang mengorbit sangat dekat dengan bintangnya, TOI 561b – planet yang massanya sebanding dengan Bumi tetapi ukurannya dua kali lipat – tampaknya memiliki selubung gas yang cukup besar. Penemuan ini, yang diterbitkan dalam Astrophysical Journal Letters, memberikan bukti terkuat bahwa planet-planet tersebut dapat tetap berada di atmosfer meskipun terdapat radiasi bintang yang kuat dan gravitasi yang lemah.
Retensi Gas yang Tak Terduga
Sebagian besar planet kecil di dekat bintang induknya kesulitan mempertahankan atmosfernya. Tarikan gravitasinya yang rendah memungkinkan molekul gas yang bergerak cepat keluar ke luar angkasa, sementara radiasi kuat dari bintang-bintang terdekat menghilangkan potensi atmosfer. TOI 561b, ditemukan oleh pesawat ruang angkasa TESS pada tahun 2020, menyelesaikan orbitnya dalam waktu kurang dari 10 jam, menjadikannya sangat panas dan tampaknya tidak ramah terhadap retensi atmosfer.
“Kami memperkirakan atmosfer tidak akan lagi ada di sana,” jelas Nicole Wallack dari Carnegie Earth and Planets Laboratory. “Tapi kita perlu memiliki atmosfer untuk menjelaskan apa yang kita lihat.”
Kepadatan planet ini yang sangat rendah dibandingkan ukurannya – kira-kira empat kali lipat kepadatan air – merupakan salah satu indikator awal bahwa sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi. Atmosfer dapat memperbesar ukuran planet sehingga menciptakan anomali kepadatan.
JWST Menampilkan Suhu Sedang
Dengan menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb, peneliti menganalisis distribusi suhu di TOI 561b. Tanpa atmosfer, mereka mengantisipasi perbedaan suhu ekstrem antara siang dan malam. Sisi yang terus-menerus menghadap bintang akan terasa panas, sedangkan sisi gelapnya akan sangat dingin. Sebaliknya, data JWST menunjukkan suhu sedang di kedua sisi.
Suhu pada siang hari diperkirakan sekitar 1.800° Celcius, jauh lebih rendah dari perkiraan 2.700°C. Hal ini menunjukkan adanya atmosfer dengan angin kencang yang mendistribusikan panas ke seluruh planet.
Lautan Magma dan Kegigihan Atmosfer
Permukaan planet yang cair mungkin berperan dalam mengisi kembali atmosfer. Arus yang sangat besar dapat melepaskan gas lebih cepat daripada kemampuan bintang menghilangkannya, sehingga atmosfer dapat bertahan lama. Penemuan ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa umum atmosfer di dunia lava serupa.
“Kami baru mulai mempelajari lebih lanjut tentang hal ini,” kata Wallack. “Kita akan melihat semakin banyak pengamatan yang dilakukan, betapa anomali atmosfer di planet berbatu jenis ini.”
Meskipun TOI 561b terlalu panas untuk mendukung kehidupan, temuan ini menawarkan wawasan berharga mengenai evolusi planet. Studi tentang exoplanet ekstrem seperti ini dapat membantu para peneliti menyempurnakan model hilangnya dan retensi atmosfer, yang penting untuk memahami kelayakhunian di dunia lain.
Penemuan mengejutkan mengenai atmosfer di planet lava menunjukkan bahwa pemahaman kita saat ini tentang atmosfer eksoplanet masih belum lengkap. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah fenomena ini jarang terjadi atau tersebar luas di dunia serupa.














