Sepanjang bulan Februari, planet Jupiter telah menjadi objek yang menonjol di langit malam di konstelasi Gemini, dan akan tetap ada hingga bulan Maret. Hal ini menjadikannya sasaran empuk bagi para pengamat bintang, bahkan mereka yang berada di kota-kota yang terang benderang.
Mengidentifikasi Posisi Yupiter
Gemini ditandai dengan bintang kembar Castor dan Pollux, yang mudah dikenali sebagai kepala si kembar. Jupiter muncul di antara kedua bintang ini, posisinya agak ke selatan, dan terlihat lebih terang dibandingkan keduanya. Ukurannya yang besar menjadikannya planet paling terang yang terlihat dari Bumi, membuatnya tetap menonjol bahkan di daerah dengan polusi cahaya.
Mengapa Planet Tidak Berkelip
Berbeda dengan bintang, Jupiter tidak berkelap-kelip. Hal ini karena letaknya lebih dekat dengan Bumi, sehingga cahayanya tidak terdistorsi oleh atmosfer. Cahayanya yang stabil memudahkan untuk membedakannya dari bintang-bintang di sekitarnya, yang tampak berkedip dan menari akibat turbulensi udara.
Melacak Pergerakan Jupiter
Jupiter perlahan-lahan mengubah posisinya terhadap bintang-bintang di latar belakang seiring berjalannya waktu, mencerminkan orbitnya mengelilingi matahari dan gerakan orbit Bumi. Mengamati pergeseran ini malam demi malam memberikan contoh nyata tentang mekanisme tata surya yang berperan. Pergerakan bertahap planet ini menegaskan sifatnya sebagai benda langit yang bergerak, bukan sebagai titik cahaya tetap.
Visibilitas Yupiter pada bulan Februari memberikan pengingat akan luasnya dan pergerakan dalam tata surya kita, memberikan contoh pergerakan planet yang mudah diamati bagi siapa pun yang melihat ke langit malam.














